Tampilkan postingan dengan label Cerita Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

Cerita Mitos | Cerita Fakta | Kisah Nyata | Cerita Legenda | Masa Sejarah 
Kerusuhan Tarakan, Penjajah Jepang, Perang tarakan, Peristiwa 11 Januari, Pertempuran Tarakan

Sejarah – Pecahnya Pertempuran Tarakan

11 Januari 1942 - Tepat hari ini 74 tahun yang lalu, pasukan Jepang mendaratkan kaki di Nusantara, tepatnya di Tarakan, Kalimantan Timur, dan memecahkan perang besar guna merebut pulau Tarakan yang kaya akan ladang minyak dari kekuasaan Belanda. Perang ini kemudian dikenal dengan Pertempuran Tarakan.

Tarakan adalah daratan pertama Nusantara yang diserbu bala tentara Jepang. Diawali dengan serangan udara pesawat Jepang terhadap posisi pertahanan pasukan Belanda yang lebih dahulu menguasai di sana.

Sekitar 20 ribu serdadu Kekaisaran yang dimotori Pasukan Kure, pasukan elit angkatan laut Jepang, mendarat di pantai timur Tarakan dalam dua kelompok. Pihak Belanda berusaha bertahan, meski tanpa harapan untuk bisa mengusir tentara Nippon. Bermodalkan 1.300 serdadu Batalion VII KNIL, segelintir kapal perang ringan, pesawat tempur dan bomber. Tak ketinggalan, para pegawai perusahaan minyak BPM (Bataafsche Maatschapij) juga dilibatkan sebagai milisi untuk membantu tentara Belanda.

Pulau kecil yang kaya minyak itu pun akhirnya membara bagaikan neraka. Sebelum pasukan Jepang mendarat, terlebih dahulu tentara Belanda membakar ladang-ladang minyak di Tarakan agar lawannya tidak mendapatkan pasokan bahan bakar.

Dalam pertempuran tidak seimbang itu, Belanda akhirnya kalah telak. Sebagian tentaranya tewas dan lainnya menjadi tawanan. Tak sedikit pula korban di pihak sipil.

Sejak itu, Jepang berhasil menguasai Tarakan. Dan pertempuran ini menjadi salah satu bagian dari sejarah Perang Dunia ke-II yang tidak banyak diketahui.

Kamu sendiri, pernahkah mendengar atau membaca tentang Pertempuran Tarakan ini?
Sumber : IG ceritadanmitos

Tag Terkait :

  • Kerusuhan Tarakan
  • Penjajah Jepang
  • Perang tarakan
  • Peristiwa 11 Januari
  • Pertempuran Tarakan

Fakta dan Mitos | Kumpulan Fakta | Kisah Nyata | Kumpulan Sejarah | Cerita Rakyat Legenda

Sejarah – Pecahnya Pertempuran Tarakan

Minggu, 03 Januari 2016

Cerita Mitos | Cerita Fakta | Kisah Nyata | Cerita Legenda | Masa Sejarah 

Sejarah  – Gedung Burj Khalifa

Gedung Burj Khalifa, Sejarah Burj KhalifaSe, Ketinggian Burj Khalifa, Gedung Tertinggi Burj Khalifa

4 Januari 2010 - Hari ini tepat enam tahun yang lalu, gedung pencakar langit tertinggi di dunia resmi dibuka untuk umum.

Burj Khalifa yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) memiliki tinggi mencapai 828 meter.

Dibuat pada 6 Januari 2004, Burj Khalifa selesai pada 30 Desember 2009. Gedung pencakar langit ini disebut juga sebagai kota vertikal dengan apartemen mewah dan kantor di dalamnya.

Sedikitnya empat kolam renang, perpustakaan pribadi dan sebuah hotel yang dirancang oleh Giorgio Armani juga ada di gedung tersebut. Burj Khalifa sendiri diarsiteki oleh Adrian Smith.

Gedung ini awalnya bernama Burj Dubai (Menara Dubai) namun namanya kemudian diubah untuk menghormati Presiden UEA, Khalifa bin Zayed Al Nahayan.

Apa yang kamu ingat jika melihat atau mendengar nama Burj Khalifa?

Tag Terkait :

  • Gedung Burj Khalifa
  • Sejarah Burj KhalifaSe
  • Ketinggian Burj Khalifa
  • Gedung Tertinggi Burj Khalifa

Fakta dan Mitos | Kumpulan Fakta | Kisah Nyata | Kumpulan Sejarah | Cerita Rakyat Legenda

Sejarah – Gedung Burj Khalifa

Jumat, 25 Desember 2015

Cerita Mitos | Cerita Fakta | Kisah Nyata | Cerita Legenda | Masa Sejarah 

Sejarah  – Mengingat Tsunami Aceh 26 Desember 2004

Tsunami Aceh, 26 Desember Aceh Tsunami, Bencana di Tanggal 26 Desember, Tragedi Tsunami Aceh, Bencana Alam Tsunami.
Sejarah  – 26 Desember 2004 Tsunami
Kita tidak bisa melupakan kejadian yang menimpa saudara saudara kita yang ada di aceh dan disekitarnya. Kebesaran Allah yag sangat dahsyat iini, terjadi pada tanggal 26 desember 2004, dan sekarang tanggal 26 desember 2015,  jadi 11 tahun yang lalu saudara kita yang berada di aceh dan sekitarnya sedang di uji keimanan, apakah manusia tersebut tahan atau malah marah2 atas segala musibah yang sedang di alami manusia.

Kita mengenang terjadinya tsunami 11 tahun yang lalu , banyak sekali orang yang kehilangan orang tuanya, banyak yang kehilngan rumahnya, dan banyak anak  yang menjadi yatim karena kehilangan orang tuanya .banyak bangunan2, rumah2 rata dengan tanah. Mereka hanya bisa meratap dan menangis menerima semua yang terjadi. Hannya mesjid dan tempat ibadah yang lainnya, yang berdiri kokoh, di rimbunan bangunan yag rata dengan tanah. Itu membuktikan, betapa kebesaran Allah yang melindungi tempat ibadah dan memberikan pembelajaran kepda manusia.

Anak anak yang mempunyai mimpi yang luar biasa, hilang sekejap ketika air gelombang menghapus semua cita cita yg ingin di gapai. Ketika kita sedang berbahagia, kita akan melupakan yang namanya bersyukur, ketika kita sedang sedih, kita akan mengingat yang namanya bersyukur. Oleh karena itu, Allah mencoba menguji kita dengan menurunkan musibah kepada kita, agar manusia bisa mendekatkan diri kepada sang pencipta. Mungkin ini, murka Allah kepda manusia, masih saja melakukan kemaksiatan dan melupakan ibadah kepada  Allah.

Luka yang tidak dapat dilupakan seumur hidup kita, biarlah ini sebagai kenangan dan pembelajaran kepada kita semua. Andaikan semut yang sedang berjalan di tanah, dan dilihat dari atas, semut itu terasa kecil karena jaraknya semakin jauh. Seperti itu juga, manusia itu seperti semut, sangat kecil sekali di lihat dari langit sana, pantaskah kita sombong dengan wanita, harta, tahta dan jabatan yang kita punya di dunia ini . semuanya akan sirna sekejap, apabila kita tidak bersyukur. Andaikan kita dapat bersyukur, ketika mendapat rezeki walaupun itu sedikit, maka ucapkan lah Alhamdullilah dan berbagi lah kepada sesama manusia yang lainnya
Dalam alquran telah menjelaskan:

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

(QS. Al-Qamar (54) : 49)
Mari kita perhatikan dengan seksama waktu kejadian tsunami  tersebut dengan ayat-ayat yang telah dicocokkan dengan waktu kejadian tersebut.
Sesuai dalam Al-Qur’an surat ke 17 (surat Al-Isra’) ayat 16 yang artinya :

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
Selanjutnya Sesuai dalam Al-Qur’an surat ke 17 (surat Al-Isra’) ayat 58 yang artinya :

“Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).

Dan mengapa ada orang-orang tidak percaya akan peringatan yang tertulis dalam Al-Qur’an?

“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala.”

(QS. Al Anfaal (8) : 31)

Orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an menganggap Al-Qur’an hanyalah buku cerita dongeng purbakala.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda :

Abu Hurairah berkata, “Nabi bersabda, ‘Tidak akan tiba hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan (agama) dilenyapkan, banyak gempa bumi, masa saling berdekatan (semakin singkat), banyak timbul fitnah, banyak huru-hara yaitu pembunuhan, hingga harta benda melimpah ruah di antara kamu.”
(Hadits Riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.”
(Hadits Riwayat Ahmad)

Apakah kiamat akan datang  sebentar lagi..??

Allah SWT berfirman :

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

(QS. Al-A’raaf (7): 187)

Dan juga pada ayat :

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.

(QS. Al-Ahzab (33): 63)

Kemudian dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW :
Malaikat Jibril mendatangi Muhammad yang bertanya tentang kapan terjadinya kiamat, Jibril bertanya: “Kabarkanlah kepadaku, kapan terjadi Kiamat?” Kemudian Muhammad menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.”
(Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Silahkan Buka Surat ke 7 Al A’raf ayat ke 59 (sesuai Waktu Terjadinya tsunami )

59 Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata, “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).

60Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.” 61 Nuh menjawab, “Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam.

62 Aku sampaikan kepadamu amanat-amanah Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
63 Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?

Setelah kita telaah, banyak isi kandungan al quran dan hadist yang menerangkan tentang musibah yang diberikan kepada manusia. Agar kita dapat mempelajari smua isi kandungan ayat dan hadis tersebut agar manusia dapat mendekatkkan diri kepada Allah dan bertambah taat kepada Allah. Tidak ada kata sombong dalam hati kita, tidak ada kata acuh tak acuh terhadap sesame, tidak ada kata hidup sendiri.

Kita hidup didunia ini hanya 1 kali aja, maka kita manfaatkan sebaik baiknya utk beribadah dan berbuat baik kepada sesama.

Mari kita doakan saudara saudara kita selama 11 tahun ini kita mengenang kejadian tsunami, semoga amal ibadah yang di tinggalkan orang tuanya, anaknya, dan lainnya. Semoga dikuatkan hatinya, diberikan kesabaran.

Semoga rumah dan bangunan yang hancur akan diberikan Allah yang lebih bagus dan indah. Semoga ini sebagai introfeksi manusia, agar tdk lagi melakukan kemaksiatan tapi meningkatkan ibadahnya kepda Allah SWT.

Al fatihah….
Mari baca Al ikhlas 3x, al falaq 1x,, dan an nas 1 x…
AAMiin….

Tag Terkait :

  • Tsunami Aceh
  • 26 Desember Aceh Tsunami
  • Bencana di Tanggal 26 Desember
  • Tragedi Tsunami Aceh 
  • Bencana Alam Tsunami

Fakta dan Mitos | Kumpulan Fakta | Kisah Nyata | Kumpulan Sejarah | Cerita Rakyat Legenda

Sejarah – 26 Desember Tsunami

Kamis, 24 Desember 2015

Cerita Mitos | Cerita Fakta | Kisah Nyata | Cerita Legenda | Masa Sejarah 

Sejarah – Asal Muasal Budaya Natal

Tanggal 25 desember, Asal Usul Natal, Kelahiran Yesus, Sejarah budaya natal, Rahasia natal, Kapan Yesus Lahir
Sejarah – Asal Muasal Budaya Natal
Tidak semua orang tahu kapan Yesus Nazaret lahir dibumi / dunia ini, tidak ada bukti atau akta di zama kuno yang menyebutkan bahwa dia dilahirkan dan tidak ada saksi hidup yang bisa ditanyai.

Berlainan dari tuturan kisah-kisah kelahiran Yesus yang dapat dibaca dalam pasal-pasal permulaan Injil Matius dan Injil Lukas, sebetulnya pada waktu Yesus dilahirkan, bukan di Betlehem, tetapi di Nazaret, tidak banyak orang menaruh perhatian pada peristiwa ini. Paling banyak, ya selain ayah dan ibunya, beberapa tetangganya juga ikut sedikit disibukkan oleh kelahirannya ini, di sebuah kampung kecil di provinsi Galilea, kampung Nazaret yang tidak penting.

Baru ketika Yesus sesudah kematiannya diangkat menjadi sang Mesias Kristen agung oleh gereja perdana, atau sudah dipuja dan disembah sebagai sang Anak Allah, Raja Yahudi, dan Juruselamat, disusunlah kisah-kisah kelahirannya sebagai kelahiran seorang besar yang luar biasa, seperti kita dapat baca dalam pasal-pasal awal Injil Matius dan Injil Lukas (keduanya ditulis sekitar tahun 80-85 M). Penulis Injil Kristen tertua intrakanonik, yakni Injil Markus (ditulis tahun 70 M), sama sekali tidak memandang penting untuk menyusun sebuah kisah kelahiran Yesus.

Dalam tuturan penulis Injil Lukas, kelahiran Yesus diwartakan sebagai kelahiran seorang tokoh Yahudi yang menjadi pesaing Kaisar Agustus, yang sama ilahi dan sama berkuasanya, yang kelahiran keduanya ke dalam dunia merupakan “kabar baik” (euaggelion) untuk seluruh bangsa karena keduanya adalah “Juruselamat” (sōtēr) dunia (bdk Lukas 2:10,11 dan prasasti dekrit Majelis Provinsi Asia tentang Kaisar Agustus yang dikeluarkan tahun 9 M). Dalam tuturan penulis Injil Matius, kanak-kanak Yesus yang telah dilahirkan, yang diberitakan sebagai kelahiran seorang Raja Yahudi, telah menimbulkan kepanikan pada Raja Herodes Agung yang mendorongnya untuk memerintahkan pembunuhan semua anak di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah (Matius 2:2, 3, 16).

Dalam kisah-kisah kelahiran Yesus dalam kedua injil inipun, bahkan dalam seluruh Perjanjian Baru, tidak ada suatu catatan historis apapun yang menyatakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Jika demikian, bagaimana tanggal 25 Desember bisa ditetapkan sebagai hari kelahiran Yesus, hari Natal? Dalam kebudayaan kuno Yahudi-Kristen dan Yunani-Romawi, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menetapkan hari kelahiran Yesus.


Cara pertama

Seperti dicatat dalam dokumen Yahudi Rosh Hashana (dari abad kedua), sudah merupakan suatu kelaziman di kalangan Yahudi kuno untuk menyamakan hari kematian dan hari kelahiran bapak-bapak leluhur Israel. Dengan sedikit dimodifikasi, praktek semacam ini diikuti oleh orang-orang Kristen perdana ketika mereka mau menetapkan kapan Yesus Kristus dilahirkan. Sebetulnya, praktek semacam ini berlaku hampir universal dalam orang menetapkan hari kelahiran tokoh-tokoh besar dunia yang berasal dari zaman kuno. Dalam kepercayaan para penganut Buddhisme, misalnya, hari kelahiran, hari pencapaian pencerahan (samma sambuddha) dan hari kematian (parinibbana) Siddharta Gautama sang Buddha dipandang dan ditetapkan (pada tahun 1950 di Sri Langka) terjadi pada hari yang sama, yakni Hari Waisak atau Hari Trisuci Waisak.

Ketika orang-orang Kristen perdana membaca dan menafsirkan Keluaran 34:26b (bunyinya, “Janganlah engkau memasak anak kambing dalam susu induknya”), mereka menerapkannya pada Yesus Kristus. “Memasak anak kambing” ditafsirkan oleh mereka sebagai saat orang Yahudi membunuh Yesus; sedangkan frasa “dalam susu induknya” ditafsirkan sebagai hari pembenihan atau konsepsi Yesus dalam rahim Bunda Maria. Dengan demikian, teks Keluaran ini, setelah ditafsirkan secara alegoris, menjadi sebuah landasan skriptural untuk menetapkan bahwa hari kematian Yesus sama dengan hari pembenihan janin Yesus dalam kandungan ibunya, sekaligus juga untuk menuduh orang Yahudi telah bersalah melanggar firman Allah dalam teks Keluaran ini ketika mereka membunuh Yesus.

Kalau kapan persisnya hari kelahiran Yesus tidak diketahui siapapun, hari kematiannya bisa ditentukan dengan cukup pasti, yakni 14 Nisan dalam penanggalan Yahudi kuno, dan ini berarti 25 Maret dalam kalender Gregorian. Sejumlah bapak gereja, seperti Klemen dari Aleksandria, Lactantius, Tertullianus, Hippolytus, dan juga sebuah catatan dalam dokumen Acta Pilatus, menyatakan bahwa hari kematian Yesus jatuh pada tanggal 25 Maret. Demikian juga, Sextus Julianus Afrikanus (dalam karyanya Khronografai, terbit tahun 221), dan Santo Agustinus (menulis antara tahun 399 sampai 419), menetapkan 25 Maret sebagai hari kematian Yesus. Dengan demikian, hari pembenihan janin Yesus dalam rahim Maria juga jatuh juga pada 25 Maret.

Kalau 9 bulan ditambahkan pada hari konsepsi Yesus ini, maka hari kelahiran Yesus adalah 25 Desember. Sebuah traktat yang mendaftarkan perayaan-perayaan besar keagamaan, yang ditulis di Afrika dalam bahasa Latin pada tahun 243, berjudul De Pascha Computus, menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Hippolytus, dalam Tafsiran atas Daniel 4:23 (ditulis sekitar tahun 202), menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Sebuah karya yang ditulis dengan tangan, dalam bahasa Latin, pada tahun 354 di kota Roma, yang berjudul Khronografi, juga menyebut 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.

Meskipun banyak dokumen dari abad ketiga sampai abad keempat menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, tidak semua orang pada waktu itu menyetujui adanya perayaan hari Natal. Origenes, teolog Kristen dari Aleksandria, misalnya, dalam karyanya Homili atas Kitab Imamat, menyatakan bahwa “hanya orang-orang berdosa seperti Firaun dan Raja Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka.” Begitu juga, seorang penulis Kristen bernama Arnobus pada tahun 303 memperolok gagasan untuk merayakan hari kelahiran dewa-dewi.

Pada sisi lain, kalangan Montanus menolak kalau kematian Yesus jatuh pada 25 Maret; bagi mereka Yesus wafat pada 6 April. Dengan demikian 6 April juga hari konsepsi Yesus dalam kandungan Maria, ibunya. Kalau setelah 6 April ditambahkan 9 bulan, maka hari kelahiran Yesus jatuh pada 6 Januari. Di kalangan Gereja Timur (yang berbahasa Yunani), berbeda dari Gereja Barat (yang berbahasa Latin), hari Natal tidak dirayakan pada 25 Desember, tetapi pada 6 Januari.


Cara kedua

Sebelum kekristenan lahir dan tersebar di seantero kekaisaran Romawi dan kemudian dijadikan satu-satunya agama resmi (religio licita) kekaisaran melalui dekrit Kaisar Theodosius pada tahun 381, orang Romawi melakukan penyembahan kepada Matahari (= heliolatri).

Dalam heliolatri ini, Dewa Matahari atau Sol menempati kedudukan tertinggi dan ke dalam diri Dewa Sol ini terserap dewa-dewa lainnya yang juga disembah oleh banyak penduduk kekaisaran, antara lain Dewa Apollo (dewa terang), Dewa Elah-Gabal (dewa matahari Syria) dan Dewa Mithras (dewa perang bangsa Persia).

Heliolatri, yakni pemujaan dan penyembahan kepada Dewa Sol sebagai Dewa Tertinggi, menjadi sebuah payung politik-keagamaan untuk mempersatukan seluruh kawasan kekaisaran Romawi yang sangat luas, dengan penduduk besar yang menganut berbagai macam agama dan mempercayai banyak dewa.

Pada tahun 274 oleh Kaisar Aurelianus Dewa Sol ditetapkan secara resmi sebagai Pelindung Ilahi satu-satunya atas seluruh kekaisaran dan atas diri sang Kaisar sendiri dan sebagai Kepala Panteon Negara Roma. Menyembah Dewa Sol sebagai pusat keilahian berarti menyentralisasi kekuasaan politik pada diri sang Kaisar Romawi yang dipandang dan dipuja sebagai titisan atau personifikasi Dewa Sol sendiri.

Dalam heliolatri ini tanggal 25 Desember ditetapkan sebagai hari perayaan religius utama untuk memuja Dewa Sol, hari perayaan yang harus dirayakan di seluruh kekaisaran Romawi. Ketika winter solstice, saat musim dingin ketika matahari (Latin: sol) tampak “diam tak bergeming” (Latin: sistere) di titik terendah di kaki langit Eropa sejak tanggal 21 Desember, persis pada tanggal 25 Desember matahari mulai sedikit terangkat dari kaki langit dan mulai sedikit demi sedikit beranjak naik ke atas, seolah sang Sol ini hidup atau lahir kembali. Peristiwa astronomikal ini ditafsir secara religius sebagai saat Dewa Sol tak terkalahkan, bangkit dari kematian, yang dalam bahasa Latinnya disebut sebagai Sol Invictus (=Matahari Tak Terkalahkan). Dengan demikian, tanggal 25 Desember dijadikan sebagai Hari Kelahiran Dewa Sol Yang Tak Terkalahkan, Dies Natalis Solis Invicti. Karena Kaisar dipercaya sebagai suatu personifikasi Dewa Sol, maka sang Kaisar Romawi pun menjadi Sang Kaisar atau Sang Penguasa Tak Terkalahkan, Invicto Imperatori, seperti diklaim antara lain oleh Kaisar Septemius Severus yang wafat pada tahun 211.

Nah, ketika kekristenan disebarkan ke seluruh kekaisaran Romawi, para pemberita injil dan penulis Kristen, sebagai suatu taktik misiologis mereka, mengambil alih gelar Sol Invictus dan mengenakan gelar ini kepada Yesus Kristus sehingga Yesus Kristus menjadi Matahari Tak Terkalahkan yang sebenarnya. Mereka memakai teks-teks Mazmur 19:5c-6 (“Ia memasang kemah di langit untuk Matahari yang keluar bagaikan Pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.”), Maleakhi 4:2 (“… bagimu akan terbit Surya Kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya.”) dan Lukas 1:78-19 (“Oleh rakhmat dan belas kasihan Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya Pagi dari tempat yang tinggi.”) sebagai landasan skriptural untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sebenarnya.

Dengan jadinya Yesus Kristus sebagai Sol Invictus baru, maka tanggal 25 Desember sebagai hari natal Dewa Sol juga dijadikan hari Natal Yesus Kristus. Seorang penulis Kristen perdana, Cyprianus, menyatakan, “Oh, betapa ajaibnya: Allah Sang Penjaga, Pemelihara dan Penyelenggara telah menjadikan Hari Kelahiran Matahari sebagai hari di mana Yesus Kristus harus dilahirkan.” Demikian juga, Yohanes Krisostomus, dalam khotbahnya di Antikohia pada 20 Desember 386 (atau 388), menyatakan, “Mereka menyebutnya sebagai ‘hari natal Dia Yang Tak Terkalahkan’. Siapakah yang sesungguhnya tidak terkalahkan, selain Tuhan kita…?”

Selanjutnya, mulai dari Kaisar Konstantinus yang (menurut sebuah mitologi Romawi) pada 28 Oktober 312 melihat sebuah tanda salib dan sebuah kalimat In Hoc Signo Vinces (=“Dengan tanda ini, kamu menang”) di awan-awan, perayaan keagamaan yang memuja Sol Invictus pada 25 Desember diubah menjadi perayaan keagamaan untuk merayakan hari Natal Yesus Kristus. Dengan digantinya Dewa Sol dengan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sejati, dan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal Yesus Kristus, sang Kaisar berhasil mengonsolidasi dan mempersatukan seluruh wilayah negara Roma yang di dalamnya warga yang terbesar jumlahnya adalah orang Kristen, yang, menurut Eusebius, adalah warga “Gereja Katolik yang sah dan paling kudus” (Eusebius, Historia Ecclesiastica 10.6).

Dan sejak itu juga, para uskup/paus sama-sama mengendalikan seluruh kekaisaran Roma di samping sang Kaisar sendiri; ini melahirkan apa yang disebut Kaisaropapisme. Kalau sebelumnya heliolatri menempatkan Dewa Sol sebagai Kepala Panteon yang menguasai seluruh dewa-dewi yang disembah dalam seluruh negara Romawi dan sebagai pusat kekuasaan politik, maka ketika Yesus Kristus sudah menjadi Sol Invictus pengganti, sang Kristus inipun mulai digambarkan sebagai sang Penguasa segalanya (=Pantokrator), yang telah menjadi sang Pemenang (=Kristus Viktor) di dalam seluruh kekaisaran Romawi.


Penutup

Jelas sudah, tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Seperti telah dinyatakan pada awal tulisan ini, kembali perlu ditekankan bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun di dunia pada zaman kuno dan pada masa kini mengetahui kapan persisnya Yesus dari Nazaret dilahirkan. Ketika Yesus baru dilahirkan, dia bukanlah seorang penting apapun. Hanya beberapa orang saja yang memedulikannya. Hanya ketika dia sudah diangkat menjadi sang Kristus gereja dan dipercaya sebagai sang Juruselamat dunia, dia baru menjadi penting dan kisah-kisah hebat tentang kelahirannya pun disusun.

Pada zaman gereja awal dulu, orang tidak sepakat kapan persisnya Yesus dilahirkan, meskipun berbagai cara penghitungan telah diajukan; dan juga orang tidak selalu sependapat bahwa hari kelahiran Yesus Kristus perlu dirayakan. Siapapun, dengan suatu pertimbangan teologis kultural, pada masa kini dapat menetapkan sendiri hari Natal Yesus Kristus buat dirinya dan buat komunitas gerejanya. Sebetulnya, cara merayakan Natal Yesus Kristus yang sebenarnya adalah dengan menjelmakan kembali dirinya, terutama bela rasanya, dalam seluruh gerak kehidupan orang yang menjadi para pengikutnya di masa kini.
Sampaikan pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-temanmu ya.

Tag Terkait :

  • Tanggal 25 desember
  • Asal Usul Natal
  • Kelahiran Yesus
  • Sejarah budaya natal
  • Rahasia natal
  • Kapan Yesus Lahir

Fakta dan Mitos | Kumpulan Fakta | Kisah Nyata | Kumpulan Sejarah | Cerita Rakyat Legenda

Sejarah – Asal Muasal Budaya Natal

Cerita Mitos | Cerita Fakta | Kisah Nyata | Cerita Legenda | Masa Sejarah 

Sejarah – Sekaten Tradisi Yogyakarta

Tradisi Sekaten, Sekten Yogyakarta, Asal mula sekaten, Upacara sekaten Yogya
Sejarah – Sekaten Tradisi Yogyakarta
Di Jogjakarta, terdapat sebuah tradisi bernama Sekaten yang diselenggarakan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya.

Sekaten sering juga disebut dengan Pasar Malam Sekaten, karena sebelum upacara Sekaten digelar, selalu diadakan pasar malam yang berlangsung satu bulan penuh.

Tradisi ini ternyata sudah dilakukan sejak sekitar abad ke-16. Setiap tahunnya, Sekaten hanya diadakan satu kali, yakni di bulan Maulud atau bulan ketiga dalam perhitungan kalender Jawa. Lokasi yang digunakan untuk menggelar acara adalah di pelataran alun-alun utara Jogjakarta.

Untuk urusan nama, Sekaten diambil dari perangkat pusaka Kraton Jogjakarta berupa gamelan bernama Kanjeng Kyai Sekati. Gamelan ini merupakan alat musik yang selalu digunakan dalam acara Maulud Nabi Muhammad.

Sebelum Sekaten dimulai, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan terlebih dahulu. Persiapan tersebut meliputi fisik dan batin. Persiapan fisik antara lain adalah alat-alat dan perlengkapan yang akan digunakan untuk upacara Sekaten yakni Gendhing Sekaten, Gamelan Sekaten, bunga kanthil, sejumlah uang logam, samir niyaga, busana seragam, dan naskah riwayat Maulud.

Sementara pada persiapan batin, abdi dalem yang akan terlibat dalam Tradisi Sekaten harus menyiapkan batin dan mental untuk menjalankan amanat tersebut. Para abdi yang ditugaskan untuk memukul gamelan harus menyucikan diri dengan melakukan siram jamas dan berpuasa.

Perayaan Sekaten dimulai tanggal 6 Maulud ketika Kyai Kanjeng Sekati diboyong dari persemayamannya. Lalu, pada tanggal 11 Maulud, Sri Sultan datang ke Masjid Agung untuk mengikuti upacara Maulud Nabi Muhammad SAW. Setelah upacara selesai, perangkat gamelan Sekaten dibawa kembali ke Kraton. Pemindahan ini sekaligus menjadi tanda berakhirnya upacara Sekaten.

Hmm, menarik ya. Ada yang pernah menyaksikan upacara Sekaten secara langsung?


Sampaikan pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-temanmu ya.

Tag Terkait :

  • Tradisi Sekaten
  • Sekten Yogyakarta
  • Asal mula sekaten
  • Upacara sekaten Yogya

Fakta dan Mitos | Kumpulan Fakta | Kisah Nyata | Kumpulan Sejarah | Cerita Rakyat Legenda

Sejarah – Sekaten Tradisi Yogyakarta

Selasa, 22 Desember 2015

Cerita Mitos | Cerita Fakta | Kisah Nyata | Cerita Legenda | Masa Sejarah 

SEJARAH - Joko Widodo Resmi Menjabat Sebagai Presiden ke-7 Indonesia

cerita sejarah indonesia, cerita sejarah dunia, cerita sejarah islam, kumpulan cerita sejarah, contoh cerita sejarah, teks cerita sejarah.
Joko Widodo Presiden RI ke - 7 Indonesia
20 Oktober 2014 - Setelah pertarungan pada masa kampanye yang saya rasa sangat historikal, akhirnya, puncaknya terjadi pada hari ini. Joko Widodo, mantan Walikota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta, resmi dilantik sebagai Presiden Indonesia yang ke-7.

Pelantikannya ini menandakan berakhirnya masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah menjabat sejak tahun 2004 silam.

Pelantikan Jokowi ini mendapat perhatian yang luar biasa dari media nasional dan internasional, karena ini pertama kalinya Indonesia mendapatkan pemimpin dari luar kalangan politik atau militer. Melalui pidatonya yang berjudul "Dibawah Kehendak Rakyat dan Konstitusi," Jokowi berjanji untuk memastikan setiap rakyat merasakan kehadiran pemerintah, serta menyerukan semangat kerja keras buat seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam pembukaan pidatornya sendiri, Jokowi secara khusus menyapa Prabowo Subianto, rivalnya dalam Pemilu 2014 dengan sebutan "rekan dan sahabat baik saya." Prabowo pun sontak berdiri dari kursinya dan memberikan hormat kepada Jokowi, dibarengi tepuk tangan meriah dari para hadirin yang datang.

Adapun tamu kenegaraan yang hadir dalam pelantikan Jokowi ini adalah Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, dan Menlu Amerika Serikat John Kerry.

1 Tahun berlalu pasca pelantikan tersebut, masyarakat sendiri masih menanti apa inovasi yang akan dirilis Jokowi untuk Indonesia, di tengah perlambatan ekonomi yang kian membuat semua orang kesulitan.

Ada yang ingin kamu sampaikan perihal 1 tahun Joko Widodo sebagai presiden? Sampaikan secara sehat dan dewasa di kolom komentar ya.

Fakta dan Mitos | Kumpulan Fakta | Kisah Nyata | Kumpulan Sejarah | Cerita Rakyat Legenda

Sejarah : Joko Widodo Resmi Menjabat Sebagai Presiden ke-7 Indonesia